Beranda » Edukasi » Cara Sholat Tasbih Lengkap: Niat, Doa, Teks Arab, Latin dan Artinya

Cara Sholat Tasbih Lengkap: Niat, Doa, Teks Arab, Latin dan Artinya

Sholat sunnah memiliki banyak ragam dengan keistimewaan masing-masing bagi seorang hamba. Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah sholat tasbih.

Ibadah ini memiliki keunikan pada jumlah bacaan tasbih yang melimpah di sepanjang gerakannya. Pelaksanaan ibadah tersebut bertujuan khusus untuk memohon ampunan atas segala dosa secara menyeluruh.

Mengetahui panduan lengkap sangat penting agar ibadah berjalan lancar, khusyuk, dan sah sesuai syariat. Tulisan ini akan mengupas tuntas panduan ibadah tersebut dari niat hingga doa penutup secara terperinci.

Memahami Apa Itu Sholat Tasbih

Sholat tasbih merupakan ibadah sunnah khusus yang memuat pembacaan kalimat tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Ibadah ini diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kasih sayang kepada umat Islam.

  • Definisi Ibadah
    Sebuah amalan sunnah empat rakaat yang didalamnya sarat dengan puji-pujian menyucikan nama Allah SWT. Rangkaian gerakannya sama dengan sholat fardhu, namun durasinya lebih lama karena adanya tambahan bacaan kalimat thayyibah.
  • Hukum Pelaksanaan
    Para ulama sepakat bahwa hukum melaksanakan ibadah ini adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menganjurkan pelaksanaannya setiap hari, atau setidaknya satu kali seumur hidup.
  • Fokus Utama
    Berbeda dengan ibadah sunnah lainnya, fokus utama amalan ini adalah penyerahan diri total dan pengakuan atas kelemahan manusia. Kalimat tasbih yang diulang-ulang berfungsi sebagai pembersih jiwa dari noda-noda duniawi.
  • Sejarah Singkat
    Anjuran amalan ini berawal dari dialog antara Rasulullah SAW dengan paman beliau, Abbas bin Abdul Muthalib. Pemberian amalan ini merupakan hadiah spiritual terbesar dari keponakan kepada pamannya agar mendapat jaminan ampunan.

Keutamaan dan Manfaat Sholat Tasbih

Melaksanakan ibadah sunnah ini membawa banyak kebaikan berlimpah bagi seorang muslim.

Berbagai riwayat hadits menyebutkan kedudukan mulia dari ibadah yang dipenuhi puji-pujian ini.

Penghapus Segala Jenis Dosa

  • Dosa Masa Lalu dan Masa Depan: Hadits riwayat Abu Daud menyebutkan bahwa amalan ini mampu menggugurkan dosa yang telah berlalu maupun dosa yang baru terjadi.
  • Dosa Sengaja dan Tidak Sengaja: Manusia sering berbuat khilaf tanpa sadar maupun dengan sadar. Ibadah ini menjadi sarana pemutihan atas segala bentuk kekhilafan tersebut.
  • Dosa Kecil dan Besar: Berkat rahmat Allah SWT, kelimpahan tasbih di dalam ibadah ini bertindak sebagai pelebur dosa-dosa kecil, serta menjadi perantara taubat atas dosa besar.

Pemberat Timbangan Amal Kebaikan

  • Kalimat yang Dicintai Allah: Kalimat “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar” merupakan sebaik-baik perkataan yang sangat dicintai oleh Sang Maha Pencipta.
  • Investasi Akhirat: Mengucapkan kalimat tersebut sebanyak 300 kali dalam satu waktu sholat menjadi investasi amal yang sangat berat timbangannya pada hari kiamat kelak.
Baca Juga:  Cara Pindah Faskes BPJS 2026 Terbaru, Secara Lengkap Online dan Offline

Waktu Terbaik Pelaksanaan Sholat Tasbih

Ibadah sunnah ini sangat fleksibel dan sama sekali tidak terikat pada satu waktu khusus.

Seseorang bebas mengerjakannya kapan saja asalkan bukan pada waktu-waktu yang terlarang.

Kategori Waktu Rekomendasi Pelaksanaan Formasi Rakaat Keterangan Khusus
Siang Hari Kapan saja selain bada Subuh & bada Ashar 4 Rakaat, 1 Salam Boleh juga dilakukan 2 rakaat salam, 2 rakaat salam.
Malam Hari Sepertiga malam terakhir 2 Rakaat, 1 Salam (Diulang 2x) Sangat dianjurkan dipisah untuk menjaga kekhusyukan.
Momen Mulia Malam Lailatul Qadar / Nisfu Syaban Menyesuaikan siang/malam Pahala berlipat ganda di malam-malam istimewa.
Frekuensi Ideal Setiap hari / Seminggu sekali Total 4 Rakaat Minimal satu kali seumur hidup agar tidak terlewat.

Niat Sholat Tasbih Sesuai Waktu Pelaksanaan

Lafal niat menjadi syarat utama sahnya sebuah ibadah. Terdapat sedikit perbedaan redaksi niat berdasarkan formasi rakaat yang dipilih.

1. Niat Pelaksanaan 4 Rakaat Sekaligus (Siang Hari)

  • Lafal Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى
  • Lafal Latin: “Ushalli sunnatan tasbihi arba’a rokaatin lillahi ta’ala. Allahu Akbar.”
  • Arti Niat: “Aku berniat shalat tasbih empat rakaat, karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”
  • Penerapan: Niat ini dibaca di dalam hati berbarengan dengan saat lisan mengucapkan Takbiratul Ihram.

2. Niat Pelaksanaan Dua Rakaat (Malam Hari)

  • Lafal Arab: أَصَلِّي سُنَّةَ التَسْبِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
  • Lafal Latin: “Ushalli Sunnatan Tasbihi Rak’ataini Lillahi Ta’ala. Allahu Akbar.”
  • Arti Niat: “Aku berniat shalat tasbih dua rakaat, karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”
  • Penerapan: Apabila mengerjakan empat rakaat dengan dua kali salam, niat ini dilafalkan kembali pada saat memulai dua rakaat yang kedua.

Tata Cara Sholat Tasbih Lengkap

Rangkaian postur ibadah ini serupa dengan sholat sunnah mutlak pada umumnya. Perbedaan paling mencolok hanya terletak pada penyisipan 75 kali kalimat tasbih pada setiap satu rakaat.

Urutan Gerakan Rakaat Pertama

  1. Takbiratul Ihram: Berdiri menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan “Allahu Akbar”. Kondisi tertentu memperbolehkan sholat sambil duduk atau berbaring jika fisik tidak mampu berdiri tegak.
  2. Membaca Doa Iftitah dan Al-Fatihah: Setelah bersedekap, baca doa iftitah. Kemudian lanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah hingga selesai secara tartil.
  3. Membaca Surat Pendek: Mayoritas ulama menyepakati hukum wajib membaca surah Al-Quran setelah Al-Fatihah pada dua rakaat pertama. Pilihan surat bebas sesuai hafalan masing-masing.
  4. Membaca Tasbih Berdiri: Sebelum ruku, bacalah kalimat tasbih sebanyak 15 kali. Lafalnya: “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”
  5. Ruku dan Tasbih: Turun untuk ruku. Setelah membaca doa ruku standar, tambahkan bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
  6. I’tidal dan Tasbih: Bangkit menuju i’tidal. Setelah tuntas membaca doa i’tidal, ucapkan tasbih sebanyak 10 kali saat masih berdiri.
  7. Sujud Pertama dan Tasbih: Turun sujud. Sesudah membaca doa sujud, lanjutkan dengan mengucap tasbih sebanyak 10 kali.
  8. Duduk Antara Dua Sujud dan Tasbih: Bangkit dari sujud. Setelah membaca doa duduk di antara dua sujud, bacalah tasbih sebanyak 10 kali.
  9. Sujud Kedua dan Tasbih: Lakukan sujud kedua. Sehabis melafalkan doa sujud, susul dengan tasbih sebanyak 10 kali.
  10. Duduk Istirahat dan Tasbih: Sebelum bangkit berdiri menuju rakaat kedua, duduklah sejenak (duduk istirahat). Pada posisi ini, baca tasbih sebanyak 10 kali.
Baca Juga:  Niat dan Doa Malam Lailatul Qadar Secara Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Urutan Gerakan Rakaat Selanjutnya hingga Salam

  1. Bangkit ke Rakaat Kedua: Berdiri kembali tanpa perlu membaca takbir intiqal (takbir perpindahan gerakan). Lakukan urutan gerakan yang persis sama dengan rakaat pertama.
  2. Tasyahud Awal (Jika 4 Rakaat 1 Salam): Pada rakaat kedua, posisi tasbih yang ke-10 dibaca sebelum membaca doa tasyahud awal.
  3. Tasyahud Akhir: Pada rakaat terakhir, bacaan tasbih sebanyak 10 kali dilafalkan sebelum membaca tahiyat akhir dan sholawat nabi.
  4. Salam: Tutup rangkaian ibadah dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullah” seperti biasa.

Rincian Jumlah Bacaan Tasbih Setiap Gerakan

Ketelitian dalam menghitung jumlah bacaan sangat krusial agar genap mencapai 300 kali.

Rincian patokan ini akan sangat membantu mempermudah penghitungan tanpa merusak konsentrasi ibadah.

  • Posisi berdiri tegak (setelah membaca surat Al-Quran): Berjumlah 15 kali.
  • Posisi membungkuk (setelah doa ruku): Berjumlah 10 kali.
  • Posisi berdiri singkat (setelah doa i’tidal): Berjumlah 10 kali.
  • Posisi sujud pertama (setelah doa sujud): Berjumlah 10 kali.
  • Posisi duduk di antara dua sujud (setelah doa): Berjumlah 10 kali.
  • Posisi sujud kedua (setelah doa sujud): Berjumlah 10 kali.
  • Posisi duduk istirahat (sebelum berdiri atau sebelum tasyahud): Berjumlah 10 kali.
  • Total akumulasi dalam satu rakaat menghasilkan 75 kali bacaan tasbih.
  • Total keseluruhan apabila dikalikan empat rakaat penuh akan menghasilkan persis 300 kali bacaan tasbih.
  • Cara menghitung dianjurkan dengan menekan jari secara perlahan tanpa perlu menggerakkan tangan secara berlebihan agar pandangan tetap fokus ke tempat sujud.

Doa Setelah Sholat Tasbih dan Maknanya

Menyelesaikan rangkaian sholat sebaiknya diikuti dengan berdiam diri sejenak di atas sajadah.

Terdapat rangkaian doa indah yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan usai salam terakhir.

Doa Permohonan Keteguhan Hati

  • Lafal Arab: اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ… (hingga akhir).
  • Lafal Latin: Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a’mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah… subhâna khâliqin nûr.
  • Makna Doa: Memuat permintaan bimbingan layaknya orang yang mendapat hidayah, ketulusan orang yang bertaubat, serta rasa takut bermaksiat. Doa ini merepresentasikan kerendahan hati seorang hamba seutuhnya.

Doa Khusus di Malam Lailatul Qadar

  • Lafal Arab: اللَّهُمْ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
  • Lafal Latin: Allahumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
  • Makna Doa: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku.” Doa singkat namun padat ini disunnahkan untuk dibaca berulang-ulang di malam-malam ganjil bulan Ramadhan.

Kesimpulan

Sholat tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam karena sarat dengan pujian kepada Allah SWT dan permohonan ampunan atas berbagai dosa.

Ibadah ini dilaksanakan dalam empat rakaat dengan total 300 bacaan tasbih yang tersebar di setiap gerakan sholat. Melalui pengulangan kalimat tasbih tersebut, seorang muslim diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah serta menyucikan hati dari berbagai kesalahan.

Pelaksanaan sholat tasbih sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya, hanya saja terdapat tambahan bacaan tasbih pada setiap posisi gerakan.

Oleh karena itu, memahami tata cara, niat, jumlah bacaan, serta waktu pelaksanaannya sangat penting agar ibadah dapat dijalankan dengan benar, khusyuk, dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Dengan mengamalkan sholat tasbih secara rutin, seorang muslim dapat memperoleh banyak manfaat seperti pengampunan dosa, ketenangan hati, serta bertambahnya pahala kebaikan.